Substansi Masalah
RAPBD 2010 yang pengantar nota keuangannya disampaikan oleh Gubernur Jatim pada Sidang Paripurna DPRD Jatim hari Senin 19 Oktober 2009, menunjukkan adanya ketidak konsistenan (inkonsistensi), ketidak sinkronan, bahkan terkesan belum` berorientasi pada VISI dan MISI Jawa Timur 2005-2025.
Sikap Kami
Saya melihat, misalnya, alokasi anggaran untuk pertanian. Ini sangat kecil sekali. Bayangkan, dari kekuatan APBD 2010 yang direncanakan sebesar Rp.7.376.002.567.453,00, ternyata hanya Rp.210.998.933.000,00 saja (hanya 2.87% saja) yang dialokasikan untuk program pertanian dan hanya Rp.131.703.084.000,00 saja (hanya 1.79% saja) yang dialokasikan untuk program di sektor kelautan dan perikanan.
Ini bisa kita sebut penyelewengan atas VISI dan MISI Jatim, kalau tidak boleh disebut sebagai penghianatan VISI dan MISI Pemprop Jatim.
Bukankah Pemprop Jatim punya VISI menjadikan Jatim sebagai “Pusat Agrobisnis Terkemuka, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan Menuju Jawa Timur Makmur dan Berakhlak”.
Dan diantara misi yang harus dilaksanakan untuk mencapai VISI tersebuit adalah: Mengembangkan perekonomian moderen berbasis AGROBISNIS: dengan cara mendorong pergeseran AGROBISNIS dari berbasis keunggulan komparatif menuju berbasis keunggulan kompetitif melalui:
- Pengembangan modal
- Peningkatan kemajuan teknologi pada setiap subsistem
- Peningkatan Sumber Daya Manusia.
Nah bagaimana misi penting ini hanya mendapat porsi anggaran 2.87% dan 1.79%. Kan pantas ini disenbut sebagai penghianatan atas VISI dan MISI Jatim.
Alternatif Solusi
Nah karena itulah saya sebagai anggota DPRD Jatim sangat menyesalkan dan menyayangkan ini terjadi. Saya yakin ini pasti ada kesalahan, bisa kesalahan akibat kelalaian atau disengaja karena kepentingan ytertentu. Apapun, ini tidak boleh terjadi.
Maka pembahasan di Panggar dan di komisi harus benar-benar mengembalikan struktur APBD 2010 yang bisa menggaransi terlaksananya misi. Kalau tidak VIS Jatim yang begitu hebat, hanya sekedar isapan jempol semata dan lips servise saja. Sehingga masyarakat hanya “menggantang Asap”. Hanya kata-kata tanpa realita.