Keberadaan Liponsos Keputih dinilai kalangan anggota dewan menyalahi peruntukan. Pasalnya, Liponsos bukan untuk menampung orang gila. Liponsos seharusnya difungsikan untuk anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan pengemis) sebagai tempat pembinaan.
“Namanya orang gila, ya harusnya dirawat di rumah sakit jiwa,” cetus Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ahmad Jabir dikonfirmasi Radar Surabaya, kemarin (4/2).
Menurut dia, kondisi ini memang susah. Di setiap razia, yang terjaring bukan hanya anjal atau gepeng, tapi juga orang gila (orgil). Sementara di Jatim, yang memiliki rumah sakit jiwa adalah Pemprov Jatim. Rumah sakit jiwa itu kerap menolak menampung orgil dengan alasan sudah penuh. Pada gilirannya banyak orgil ditampung di Liponsos.
“Realitanya, pemkot dengan keadaan Liponsos seperti sekarang telah dipaksakan menjadi ruang perawatan. Ini tidak bisa dibiarkan seperti ini terus,” papar Jabir.
Karena itu, Jabir meminta ada pertanggungjawaban pemerintah, baik Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim, atas penanganan orgil ini. Langkah awal, untuk pengobatan orgil ini dikembalikan ke keluarganya. Jika tidak mampu, maka sesuai amanat UUD ’45, anak-anak telantar wajib dipelihara negara. “Nah, bentuk nya ini yang harus dikonkretkan,” terus politisi PKS ini.
Ia juga meminta pemkot aktif mendesak pemprov ikut bertanggung jawab dengan masalah orgil ini. Salah satunya menampung orgil di rumah sakit jiwa. “Sehingga sama-sama bagi tugas, ” tegas Jabir.
Hal senada dilontarkan Wakil Ketua Komisi D Baktiono. Kata dia, seharusnya pemprov ikut turun tangan untuk menangani orgil. Ia membandingkan persoalan di Surabaya ini dengan DKI Jakarta. Penampungan Liponsos di DKI Jakarta sepenuhnya menjadi tanggungan Departemen Sosial. “Sehingga pihak kota/kabupaten tidak cawe-cawe,” katanya.
Baktiono mengusulkan agar pemprov memberikan bantuan dengan kucuran anggaran yang besar untuk penanganan Liponsos. “Anggarannya harus jelas. Sebab kalau hanya dibebankan pada pemkot sangat berat,” kata politisi PDIP ini.
Di sisi lain, Ahmad Jabir juga menyentil Liponsos Wonorejo, apakah sudah dimanfaatkan pemkot atau belum. “Konsepnya, Liponsos Wonorejo akan dipakai untuk rehabilitasi anak. Jangan sampai anak-anak itu dicampur di liponsos Keputih,” ujar dia.