«

»

Feb
07

Sukseskah Ibadah Ramadhan Kita?

Secara bahasa, puasa (shiyam) artinya menahan, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dan mengurangi nilainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan Ramadhan, secara harfiyah, artinya membakar dan mengasah.

Yang dimaksud membakar adalah membakar dosa sehingga dengan puasa yang benar dan baik dosa-dosa seorang muslim akan dibakar oleh Allah dan setelah Ramadhan insya Allah dia akan kembali kepada fitrah atau kesuciannya sehinga seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya, yakni dalam keadaan tidak berdosa.

Adapun yang dimaksud dengan mengasah adalah mengasah dan mengasuh jiwa, sehingga seorang yang berpuasa akan memiliki ketajaman jiwa yang membuatnya cepat, mudah dan mampu menangkap isyarat-isyarat spiritual, jiwanya menjadi kaya dan tidak didominasi lagi oleh sifat sombong, iri, dengki, bangga diri, memandang rendah orang lain dan sifat-sifat buruk lainnya.

Dalam rentang masa sekian tahun kita lalui, tentunya kita cukup paham akan tujuan utama dari disyari’atkannya ibadah puasa oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah (QS 2:183) yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”, tujuan disyariatkan ibadah Ramadhan adalah untuk memantapkan keimanan kepada Allah Swt sehingga menjelma keimanan itu menjadi ketaqwaan.

Manakala target dari ibadah puasa ini dapat dicapai, maka puasa akan membuat kita menjadi orang istimewa yang memiliki tiga hal. Pertama, mencegah diri dari segala bentuk dusta sebab dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad dinyatakan bahwa Allah Swt tidak menerima puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dusta. “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang keji (dusta) dan melakukan kejahatan, Allah tidak akan menerima puasanya, sekalipun ia telah meninggalkan makan dan minum”.

Kedua, memiliki benteng pertahanan rohani yang kuat sehingga dia menjadi orang yang mampu menjaga dan mencegah dirinya dari dosa, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisainya seseorang diantara kamu dalam perang (HR. Ahmad, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Ketiga, selalu terangsang untuk berbuat baik, karena ibadah Ramadhan memang selalu mendidik seseorang untuk melakukan kebaikan, baik terhadap Allah Swt maupun terhadap sesama manusia.

Disamping itu, berdasarkan QS Al Baqarah: 184-188, bisa kita ambil beberapa hikmah tentang tujuan-tujuan lain dari ibadah Ramadhan, yaitu: Pertama, memperkokoh kedekatan kepada Al-Qur’an sehingga kita selalu berusaha bisa membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, memperkokoh kedekatan hubungan kepada Allah Swt sehingga dengan hubungan yang dekat itu, kita tidak berani menyimpang dari ketentuan-ketentuan Allah. Ketiga, menyadari akan pentingnya berdo’a kepada Allah karena kita menyadari sebagai makhluk yang lemah dan amat membutuhkan pertolongan Allah. Keempat, menajamkan hati atau jiwa sehingga kita selalu mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil serta sensitif terhadapnya. Kelima, menyadari pentingnya kebersamaan dengan sesama muslim, karena dengan puasa kita dapat membayangkan bahkan dapat merasakan bagaimana penderitaan mereka yang susah sehingga kita menyadari keharusan bersatu dan tolong menolong.

Jelas sudah bagi kita betapa indahnya kehidupan kita, ummat dan bangsa ini, jika mampu menjalankan ibadah puasa romadhan yang serius dan benar sehingga membentuk kita sebagai manujsia istimewa dengan 8 (delapan) karakter tersebut di atas. Pertanyaan pentingnya kemudian adalah “Apakah ibadah puasa ramadhan kita telah mampu menghantarkan kita meraih 8 karakter istimewa tersebut?”

Dalam kaitan ini, menurut saya paling tidak ada 3 hal strategis yang harus dilakukan agar kita sukses dalam ibadah ramadhan. Pertama, melakukan persiapan secara matang, baik persiapan jiwa agar kita memiliki kesiapan mental untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh kesenangan melaksanakannya, persiapan akal dengan memahami kembali ketentuan fiqih Ramadhan dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, maupun persiapan jasmani dengan selalu menjaga dan meningkatkan kesehatan serta persiapan aktivitas pendukung suksesnya ibadah Ramadhan dengan berbagai aktivitas da’wah yang bermanfaat seperti pesantren Ramadhan, ceramah dan dialog Ramadhan dengan tema-tema yang disusun dengan baik, dll. Kalaulah selama ini diantara kita ada yang belum matang mempersiapkan, maka memasuki detik-detik terakhir penghujung ramadhan bukanlah masa yang sia-sia jika kita siapkan diri dengan baik.

Kedua, berusaha sekuat tenaga untuk komitmen dan konsisten terhadap perencanaan yang sudah matang untuk menghidupkan Ramadhan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas berabagai ragam peribadatan di bulan ramadhan.

Ketiga, menindaklanjuti keberhasilan ibadah Ramadhan dengan sikap, prilaku yang lebih islami dan mengembangkan aktivitas keislaman yang lebih baik sesudah Ramadhan berakhir sehingga ibadah Ramadhan memberi bekas dan pengaruh yang positif, tidak hanya bagi individu tapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Kita temukan perubahan mendasar dalam diri kita yeng berdimensi kebaikan dari buah ibadaha ramadhan dan kita pelihara sekuat tenaga kebaikan tersebut sampai bertemu ramadhan lagi di tahun depan.

Dalam kehidupan masyarakat dan bangsa kita yang amat memprihatinkan sekarang ini bila ditinjau dari berbagai aspek, maka Ramadhan merupakan momentum yang amat baik untuk memulai langkah-langkah perbaikan yang mendasar kearah yang diridhai Allah Swt. Mari kita bekali diri kita dengan 3 strategi di atas untuk mengisi sisa waktu Ramadhan. Dan selamat kembali kepada fitrah sebagai buahnya. Dan selamat menjadi manusia baru yang istimewa. Jika seluruh elemen bangsa ini komitmen 3 strategi di atas, mulai dari pejabat, pemimpin, birokrasi, pengusaha, dan seluruhnya saja masyarakat muslim di negeri ini, maka terbayang oleh kita bahwa tidak lama lagi akan terjadi perubahan mendasar ke arah kebaikan di negeri ini.

*****

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>