Bhirawa — 23 March 2010 23:27
Ahmad Jabir, ST, MT
Naik pangkat menjadi legislator di DPRD tingkat provinsi, bukan berarti membuat kader PKS ini menjadi tidak lagi vokal seperti saat masih menjabat sebagai anggota legislatif DPRD kota Surabaya. “Saya masih vokal dan teriak keras. Masih sama seperti saat di Komisi D DPRD Surabaya periode kemarin. Situ kan tahu sendiri,” kata Ahmad Jabir, ST, MT, kepada Bhirawa beberapa waktu lalu.
Namun demikian, Jabir mengakui harus belajar banyak di DPRD Provinsi jatim, terutama ketika masuk ke jajaran komisi A yang membidangi hukum dan pemerintahan. “Sedikit bergeser dari Tupoksi di Surabaya. Tapi ini jadi lecutan bagi saya untuk belajar banyak,” kata pria yang istrinya jadi pengusaha garmen busana muslim ini.
Menurutnya, selain bidang yang ditangani berbeda, menjadi legislator tingkat provinsi juga harus mengubah mind set berpikir lebih regional dibandingkan saat menjadi legislator di tingkat kota.
Menurutnya, cara berpikir yang harus dilakukannya sekarang adalah berpikir di tingkatan birokrasi provinsi dan birokrasi di kabupaten/kota, karena kebijakan tingkat provinsi pasti menjalar di tingkat kabupaten/kota.
“Sekarang mikirnya memang harus lebih luas. Bukan hanya menyikapi kebijakan jajaran birokrasi provinsi tapi bagaimana eksesnya di kabupaten/kota,” katanya. Namun demikian, Jabir berjanji untuk tetap vokal dalam menyikapi semua hal di provinsi. “Tetap vokal kan jadi tanggungjawab saya sebagai legislator,” tutupnya. [gat]
