Tag Archive: Banleg DPRD

Jun
06

Kinerja Dewan Memprihatinkan, 29 Prolegda Terancam Mangkrak

Minggu, 05 June 2011 21:26 DPRD Jatim, Bhirawa Kinerja wakil rakyat yang bermarkas di Jl Indrapura benar-benar memble. Buktinya dari total 37 rencana Program Legislasi Daerah (Prolegda) pada 2011, hingga memasuki pertengahan 2011 baru bisa menuntaskan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan lima Perda. Sisanya, 29 Prolegda mangkrak. Padahal dari 37 Prolegda yang ada, tidak …

Continue reading »

Feb
10

Dua Raperda Hilang Dari Pergub

”Sekarang yang menjadi pertanyaan, siapakah yang menghilangkan raperda tersebut dari daftar Prolegda untuk disahkan oleh gubernur. Padahal, usulan Banleg yang ke gubernur kedua raperda tersebut ada,”

Jul
29

Produk Banleg DPRD Jatim Ilegal

Jawapos — Kamis, 29 Juli 2010 SURABAYA – Produk yang dihasilkan Badan Legislasi (Banleg) DPRD Jatim terancam batal. Penyebabnya, salah satu alat kelengkapan dewan itu belum disesuaikan dengan tata tertib (tatib) DPRD Jatim yang baru. Terbitnya PP Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Tata Tertib DPRD mengharuskan DPRD Jatim merasionalkan jumlah anggota banleg. …

Continue reading »

May
21

Di Balik Molornya LKPj Gubernur Jawa Timur

jawapos mei

Oleh : Ahmad Jabir Sabtu, 22 Mei 2010 | 07.00 WIB MINGGU ini adalah waktu dimulainya pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) gubernur Jawa Timur un­tuk penyelenggaraan Pemerintah Daerah Jawa Timur selama 2009. Itu setelah gubernur menyampaikan nota keterangan LKPj dalam rapat paripurna DPRD pada 10 Mei 2010. Awal pembahasan LKPj tersebut ditandai dengan paripurna penyampaian …

Continue reading »

Apr
03

Raperda Sumbangan di Jatim Terancam Gagal

“Alasannya karena perda ini cukup simpel, sehingga tidak terlihat makna fungsi strategisnya. Kurang terlihat apa yg mau diatur itu memang menjadi hajat masyarakat luas, kurang jelas siapa berkewajiban apa dan siapa punya hak apa. Bahkan dalam sanksinya hanya ada sanksipidana, dan itu hanya terkait dengan ijin dan penggunaan biaya operasional saja,”