<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situs Aspirasi Keadilan &#187; pungli</title>
	<atom:link href="http://www.jabir-pks.org/tag/pungli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jabir-pks.org</link>
	<description>Aleg PKS JATIM</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 03:24:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Anggota Dewan pun Kena Pungli</title>
		<link>http://www.jabir-pks.org/2008/anggota-dewan-pun-kena-pungli/</link>
		<comments>http://www.jabir-pks.org/2008/anggota-dewan-pun-kena-pungli/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 23:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Jabir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[pungli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jabir-pks.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Jawa Pos &#8211; Metropolis [ Kamis, 28 Agustus 2008 ] BUKAN hanya warga biasa saja yang menjadi korban pungli saat mengurus KTP. Seorang anggota dewan juga pernah mengalaminya. Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ahmad Jabir. Pengalaman tak mengenakkan ini dialami Jabir tahun lalu saat mengurus KTP di Kecamatan Gunung Anyar. Saat itu, &#8230; </p><p><a class="more-link block-button" href="http://www.jabir-pks.org/2008/anggota-dewan-pun-kena-pungli/">Continue reading &#187;</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jawa Pos &#8211; Metropolis [ Kamis, 28 Agustus 2008 ]</p>
<p>BUKAN hanya warga biasa saja yang menjadi korban pungli saat mengurus KTP. Seorang anggota dewan juga pernah mengalaminya. Seperti yang diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ahmad Jabir.</p>
<p>Pengalaman tak mengenakkan ini dialami Jabir tahun lalu saat mengurus KTP di Kecamatan Gunung Anyar. Saat itu, Jabir mengaku diminta biaya administrasi oleh petugas kecamatan. &#8221;Berapa?&#8221; tanya Jabir. &#8221;Terserah,&#8221; jawab petugas kecamatan yang tak mengenali wakil rakyat dari PKS itu.</p>
<p>Jabir kemudian memberi uang Rp 5 ribu. &#8221;Saya tak tahu apakah uang itu kurang atau tidak. Yang jelas, diterima begitu saja,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Jabir mengaku hingga kini tak tahu bagaimana standar mengurus KTP. &#8221;Seharusnya dalam instansi layanan publik ada petunjuk administrasinya. Berapa lama, syaratnya apa saja, biayanya berapa,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Jabir menilai pungli KTP itu sebagai sebuah kegagalan pemkot dalam mereformasi mental aparatnya. &#8221;Jelas sekali kasus-kasus seperti pungli itu menunjukkan bobroknya mental aparat pelayan publik,&#8221; paparnya.</p>
<p>Jabir juga menuding bahwa ketidakjelasan soal layanan publik ini memang disengaja. &#8221;Supaya praktik-praktik pungli tetap subur dan aparat pelayannya bisa terus bermain-main,&#8221; kritik Jabir.</p>
<p>Dalam layanan publik seharusnya masyarakat tahu apa syaratnya, berapa lama pengurusannya, berapa biayanya, dan kalau ada apa-apa ke mana mengadukannya. &#8221;Sekarang lihat saja, adakah empat syarat tersebut yang dipenuhi?&#8221; tandasnya.</p>
<p>Jabir kemudian menyebut bahwa wali kota bertanggung jawab dalam kasus ini. &#8221;Sebagai pemimpin, wali kota yang terdepan dalam mengubah kultur kinerja bawahannya. Kualitas kepemimpinan terlihat dari reformasi itu,&#8221; jelas sekretaris Fraksi Demokrat Keadilan itu.</p>
<p>Jabir menilai hampir seluruh layanan publik pemkot buruk. &#8221;Memang tak bisa dimungkiri ada sejumlah kemajuan. Namun, secara umum masih merah nilainya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia kemudian mencontohkan dalam kasus puskesmas. &#8221;Pemkot masih kedodoran dalam layanan publik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Jabir juga menyoroti soal mekanisme pengawasan internal pemkot sendiri. &#8221;Sangat lemah pengawasannya, kalau tak mau disebut tak ada kontrol. Selama ini, Bawasko bertindak setelah ada ramai-ramai. Kami jarang mendengar ada kasus temuan Bawasko yang kemudian dipublikasikan. Artinya, Bawasko bersifat reaktif, bukan preventif,&#8221; tegasnya. (ano/ari)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jabir-pks.org/2008/anggota-dewan-pun-kena-pungli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

